Monday, January 17, 2011

Polri Cari 3 Pom Bensin Milik Gayus Tambunan

Gayus Tambunan punya pekerjaan lain selain menjadi pegawai pajak. Salah satunya, sebagai pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau pom bensin. 

Terkait informasi itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, pihaknya  belum mengetahui adanya pom bensin milik Gayus. Kata dia, Polri masih terus mencari aset-aset Gayus Tambunan.

"Belum tahu ya, aset-aset itu banyak sekali," kata Yoga Ana di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 18 Januari 2011.


"Kalau polisi belum tahu itu bukan berarti tidak mau tahu ya. Kita mencari terus dan ternyata itu kan berkembang kemudian pada putaran berikutnya ketemu lagi."

Yoga mengatakan, jika nantinya ditemukan aset Gayus berupa pom bensin  itu, maka akan segera diinventarisasi oleh penyidik. "Semua temuan itu akan diinventarisir mana yang terkait dengan pelanggaran hukum, diselidiki, disidik mana yang jadi penanganan Polri, artinya joint investigation," kata dia.

Menurut Yoga, aset Gayus yang terakhir ditemukan adalah harta dalam berbagai bentuk dalam safety box yang jumlahnya sekitar Rp74 miliar.

Yoga menambahkan, belum mengetahui apakah pom bensin yang diduga milik Gayus Tambunan itu sudah termasuk harta Gayus yang disita atau belum.

"Itulah nanti statusnya  sudah diamankan atau disita sekarang
bagaimana proses hukumnya kan begitu," kata dia.

Keberadaan tiga SPBU milik Gayus diungkap Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein.

"Dia punya beberapa pekerjaan selain Pegawai Pajak, salah satu memang jelas dia punya SPBU, kalau tidak salah ada tiga," ujar Yunus, usai menjadi narasumber dalam acara obrolan langsat (obsat), Senin malam, 17 Januari 2011.

Namun, ia tak menyebut di mana saja pom bensin milik Gayus. PPATK mengaku telah melaporkan temuan transaksi Gayus sebanyak 7 kali dalam dua jilid laporan, tiga transaksi pada 2009 dan empat transaksi pada 2010.

"Jilid pertama Rp28 miliar dan jilid kedua Rp74 miliar plus emas batangan 3,1 kg."

No comments:

Post a Comment