Showing posts with label CAD. Show all posts
Showing posts with label CAD. Show all posts

Wednesday, July 8, 2009

Sepatu Orthopedi

Orthotic Insole : Sol Dalam Sepatu Orthotic

Sebelumnya ini kelanjutan dari postingan tentang kelainan bentuk kaki flat, sol sepatu ini digunakkan untuk membuat nyaman pengguna kelainan bentuk kaki yang sebelumnya udah di ulas khususnya ttg kaki Flat, di mendeteksi kelainan cacat kaki.

Ini merupakan salah satu Tugas Akhir saya dikampus untuk mendapatkan Gelar Sarjana. semoga ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua.

Sol sepatu orthotic adalah perangkat yang dirancang untuk memulihkan fungsi kaki yang mengalami kelainan bentuk pada kaki. Sedangkan definisi orthosis adalah segala alat yang ditambahkan ke tubuh untuk menstabilkan bagian tubuh, mencegah kecacatan, melindungi dari luka, atau membantu fungsi dari anggota tubuh.

Selain fungsi sepatu berguna untuk melindungi bagian kaki dan dijadikan sebagai pelengkap gaya hidup (lifestyle) fungsi sepatu orthotic dapat membantu yang mengalami kelainan pada bentuk kaki pada bidang kedokteran sepatu orthotic sangat bermanfaat dan memberikan kenyamanan bagi yang memakai. Pada saat latihan olahraga sekalipun dapat mengurangi rasa sakit yang dialamin bagi yang menderita sakit selama melakukan olahraga.

Manfaat sol sepatu orthotic mengatasi keluhan ketidaknyamanan yang terjadi saat berjalan contoh-contoh keluhan yang terjadi seperti sakit tumit dan sakit lutut.

Beberapa fungsi dari orthotis:
• Memperbaiki atau mengkoreksi alignment anggota tubuh
• Membantu atau mengontrol pergerakan sendi
• Menyediakan posisi yang lebih baik
• Penyangga, maka dari itu mengurangi beban
• Pelindung dari gangguan fisik




Gambar 1: Penempatan Sol dalam orthotic pada sepatu
untuk yang mengalami kelainan bentuk kaki

Gambar 2: penggunaan Sol Dalam Sepatu Orthotic pada Kaki Flat



Gambar 3: Penggunaan orthotic pada kaki dapat merubah posisi kaki yang mengalami kelainan bentuk

Sepatu orthotic juga harus memenuhi syarat kenyamanan seperti sepatu yang dijual dipasaran pada umumnya, selain dapat membantu proses penyembuhan dan kenyamanan bagi yang mengalami kelainan bentuk kaki.

Sepatu yang baik pada umumnya harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
• Lentur atau tidak kaku. Sepatu yang kaku dapat menyebabkan cedera pada telapak kaki
• Cukup ringan, agar tidak banyak energi yang dikeluarkan pemakai.
• Solnya cukup tebal dan lembut, agar dapat berfungsi sebagai peredam getar/benturan (shock absorber)
• Dapat mengontrol gerak/stabilitas kaki sejak kaki mulai menyentuh tanah pada tumit sampai saat kaki akan terangkat dari lintasan pada ujung-ujung jarikaki
• Jenis sepatu yang baik biasanya menggunakan tiga jenis lapisan sol. Sol terluar (outer sole), paling bagus terbuat dari bahan karet campuran. Karena dapat mengurangi risiko terpeleset bila sedang melakukan aktivitas. Dua lapisan sol yang lain adalah dan sol tengah (midsole)sol terdalam (in sole). Sol tengah biasanya terbuat dari plastic atau lapisan nilon yang biasanya berjenis sangat tipis. Sementara kaku tidaknya lapisan tersebut tergantung dari dan untuk apa sepatu ini dibuat. Gambar di bawah ini merupakan contoh bagian-bagian sepatu dan jenis lapisan sol


Gambar 4: Bagian-bagian lapisan sol sepatu


Pola Kaki

Seperti kita ketahui ada berbagai jenis ukuran dan bentuk kaki manusia. Pola tapak yang berbeda membuat kita harus lebih teliti dalam membuat model sepatu orthotic.


Gambar 5: Bentuk Pola tapak kaki manusia

Monday, July 6, 2009

PS MoldMaker in PowerShape 5730

PS MoldMaker Pada Software PowerShape 5730

Membuat (mold) cetakan hand phone pada fitur PS-Moldmaker menggunakkan Software Powershape 5730
Langkah awal membuat (mold) cetakan pada fitur PS-Moldmaker pada software Powershape 5730
Gambar hand phone udah ada pada sofware di : Local dick C > program file > Delcam > PowerSHAPE5730 > File > examples > tutorials > mold_tutorial_phone.dgk


Gambar phone pada software power shape, Menu start die wizard langkah awal proses pembuatan mold.


Pada gambar diatas kita mulai memilih produk yang akan dibuat moldingnya.


Dan pilih garis split lines atau batasan perpotongan mold cetakan.


Pada proses ini saya kurang begitu paham shrinkage, tapi pada ini saya lewatkan.


Pada pilihan menu diatas kita dapat menyesuaikan panjang dan lebar dari bentuk molding


Pada contoh selanjutnnya adalah bentuk split line perpotongan mold


Yang terpenting pada tahap ini adalah penentuan tinggi mold atas dan mold bawah. Penetuan yang tepat akan menghasilkan bentuk molding yang di inginkan dan bisa dilakkukan analisa pada proses selanjutnya apabila akan dianalisa dng software moldflow.


Pada molding dan gambar diatas ada fillet pada mold ataupun lengkungan, pada fitur moldmaker ini penentuan fillet bisa ditentukan besarnya.


Nah inilah hasil yang didapatkan setelah melalui sekian banyak tahapan yaitu molding (Cavity dan Core) dan pada tahapan ini bisa disirmulasikan oleh Software PowerShape dan Pada fitur Moldmaker.

Ini contoh CAVITY pada produk Phone dan divisualisasikan oleh Rendering Pada PowerShape 5730



Ini contoh CORE pada produk Phone dan divisualisasikan oleh Rendering Pada PowerShape 5730



Kesimpulan yang saya dapat pada Software PowerShape versi 5730 dapat membuat Cavity & Core dengan mudah dengan fitur Moldmaker yang terdapat pada software ini. Serta dalam melakukan pembuatan MOLDBASE.

silahkan link di sini untuk dapat softwarenya:
http://www.delcam.com/general/downloads/software_dl.asp

silahkan link di sini untuk dapat file PDF:
http://www.delcam.com/general/downloads/prod_info.asp

Thursday, June 25, 2009

Proses scanning in CNC MDX 20 and Transfer data from Dr PICZA to PowerSHAPE 5730

Proses scanning mouse in machine CNC MDX 20 and Transfer data from Dr PICZA to PowerSHAPE 5730 (Reverse Engineering)

Pada tahap awal dilakukan proses scaning pada mesin mdx 20 kemudian dilakukan Proses transfer data dari picza ke power shape.


Hasil dari scanning dari mesin cnc mdx 20 dan ada di tampilan dr pizca.
Akan dilakukan transfer data ke software PowerSHAPE untuk dilakukkan proses editing wireframe.

Transfer data: export to iges.



hasil dari dr picza format iges untuk dilakukkan editing wireframe:
ada dua cara:
- ada di menu edit > converte > to wireframe atau klik kanan mouse edit wireframe
- view > dynamic sectioning



(Converted to wireframe) nah satu2 garis di converted to wireframe. Garis yang sebelumnya belum berupa garis dan masih menjadi 1 kesatuan utuh di file iges dan blm di edit. Maka dilakukkan proses converted to wireframe.



Hasil dari editing wireframe/ converted to wireframe


Cara uang kedua menggunakkan dynamic sectioning: yaitu memotong bagian sisi dari sumbu mana pun (x,y,z) untuk didapat garis wireframe untuk mudah dilakukan editing wireframe.


Hasil wireframe yang didapat dari (dynamic sectioning) perpotongan sumbu z gambar mouse tadi dari proses scanning.
Transfer data: export to STL from dr picza.
hasil yang didapat tidak dapat dilakukan proses editing wireframe dikarenakkan stl berformat solid atau udah menjadi satu kesatuan yang utuh. Atau bisa disebut STL berupa prismatik yaitu 4 bidang bagai kristal yang tidak dapat dirubah dan menjadi kesatuan yang utuh. Ini yang sebagian yang saya Dapat dan tau.



Error editing to wireframe


(Error editing to wireframe) menggunakkan (dynamic sectioning)

Wednesday, June 17, 2009

Pusat Pelatihan Autodesk Training Center, ArtCAM & Delcam Training Center dan Mechatronic Training Center

Pusat Pelatihan
Program Studi Teknik Mesin telah mendirikan pusat pelatihan yang mengelola beberapa pelatihan bersetifikasi internasional. Pusat-pusat pelatihan tersebut meliputi:


Autodesk Training Center (Supported by Autodesk Inc)
Pusat Pelatihan Resmi yang diakui oleh Autodesk Asia-Pacific dan berhak mengeluarkan sertifikasi yang berlaku secara internasional. Didukung pengajar yang tersertifikasi serta modul pembelajaran yang komprehensif, sehingga akan membantu mengenal software lebih jauh dibandingkan pelatihan ditempat biasa

Materi Pelatihan Meliputi:
- AutoCAD-software perancangan universal
- 3ds Max, 3d studio VIZ- permodelan dan animasi
- Autodesk Revit, Architectural Desktop-perancangan gedung (arsitektural)



ArtCAM & Delcam Training Center (Supported by Delcam Plc)
Sebuah pusat pelatihan proses desain dan manufaktur produk berbasis teknologi CNC dibawah pengawasan Delcam Indonesia (Perwakilan Delcam Plc. United Kingdom). Selain sebagai tempat pelatihan, juga membantu industri-industri kerajinan dan perhiasan local untuk meningkatkan kemampuan produksinya dengan memanfaatkan mesin CNC.


Materi Pelatihan Meliputi:
- ArtCAM-perancangan produk berseni (perhiasan,dsb)
- PowerShape-permodelan obyek kompleks
- PowerMill-pengaturan & sirmulasi permesinan


Mechatronic Training Center
Tempat pelatihan teknologi manufaktur mutakhir berbasis system pneumatic dan kendali digital, guna mengakomodasi kebutuhan industry modern dimasa datang.


Materi Pelatihan Meliputi:
- Pneumatik
- Elektro- pneumatic,
- pemrograman PLC,
- Mikrokontroler, dan sirmulasi

Postingan ini saya dapat dari brosur jurusan teknik mesin uii. siapa taw dapat membantu. bila ada yang berminat dan pengen taw silahkan hub no dibawah ini.

Jl. kaliurang KM. 14,5 Yogyakarta
Telp. (0274) 895287, 895007 ext. 147
Fax. (0274) 895287 ext. 148
Website: www.Fti.uii.ac.id / www.uii.ac.id

Monday, June 15, 2009

Strees Analysis in Autodesk Inventor

Strees Analysis Pada Setang piston (Fitur Strees Analysis Pada Autodesk Inventor)

Inventor merupakan salah satu software CAD dan CAE yang berperan sebagai alat penerjemah ide desain ke dalam bentuk model maya (virtual model), kemudian menganalisis hasil perhitungan design (gaya, torsi, tegangan, jenis material, etc.) Nah ini Stress Analysis nilai plus yang didapat dari software ini. Saya akan coba membagi ilmu pengetahuan yang saya dapat. Pada pembahasan ini akan dicoba fitur stress analisis pada software invetor pada obyek setang piston. Desain setang piston sebelumnya udah dibuat.
Sebelum pembahasan lebih jauh, ada baiknya mengenal file ekstensi dan keunggulan yang dimiliki software inventor.


FILE EKSTENSI
-part (.ipt)
-assembly (.iam)
-drawing / ploting (.idw)
-animation / presentation (.ipn)

KEUNGGULAN INVENTOR
- Modelling & modify
- Assembly & constrain
- Stress Analysis
- Animation
- Rendering
- Frame Generator
- Dynamic Simulation

HARGA
- US $ 12,000
- ± Rp 114 juta
- Sumber :
- Autodesk Training Center Universitas Islam Indonesia Yogyakarta


Mengetahui stress analisis pada Desain setang piston


Ini gambar Tampilan Pada Autodesk inventor 11

Desain yang telah dibuat adalah setang piston bahasa indonesianya kalo inggrisnya seher kali ya. ;) saya buat dari software inventor 11. Nantinya gambar ini akan dianalisa tegangan pada inventor khususnya ANSYS. Oh iya format dan ekstensi file yang dianalisa ini IPT (part).


Untuk bisa di analisa tentunya kita mencari fitur Stress analysis. Udah ada pada Sofware Autodesk Inventor . ada pilihan Force, Pressure, bearing load, moment, body loads, pin constraint dan lain2… tinggal kita menyesuaikan bagian ataupun bidang yang akan kita analisa.

Pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit fitur yang tersedia, pada setang piston diberi kekuatan (force) pada tiga bagian/titik. Tiap2 bagiannya diberi beban 1000 N. posisi dan tekanan yang diberikan pada setang piston masih berupa contoh bebas, bukan kenyataan real posisi saat piston bekerja.

Selanjutnya , umumnya ada tekanan biasa ada penahan yah untuk mengetahui struktur bahan, Equivalent Stress, Maximum Principal Stress, Minimum Principal Stress, Deformation, dan Safety Factor. Nah itu semua bisa didapatkan pada reportnya. Mudah yah? Nah lanjut ke yang sebelumnya penahan tadi atau fixed constraint.
Posisi fixed constraint yang diberikan pada setang piston masih berupa contoh bebas, bukan kenyataan real posisi saat piston bekerja.

Tinggal dilakukkan proses eksekusi atau report dari analisa tadi.



Maximum Principal Stress

Minimum Principal Stress

Deformation dari Setang Piston

Hasil semua akan didapatkan berupa data gambar dan keterangan hasil.


(Structural Results)

Name: (Minimum) (Maximum)
Equivalent Stress: (3.084e-002 MPa) (185.2 MPa)
Maximum Principal Stress: (-7.428 MPa) (240. MPa)
Minimum Principal Stress: (-27.78 MPa) (57.96 MPa)
Deformation: (0. mm 1.31e) (-003 mm)
Safety Factor: ( 1.489) (N/A)

Susahnya buat tabel ata tab di paragraph jadi dibedain warnanya yah.. minimum warna biru muda dan maximum warna merah


(Steel, High Strength Low Alloy)

Young's Modulus: 2.e+005 MPa
Poisson's Ratio: 0.287
Mass Density: 7.84e-006 kg/mm³
Tensile Yield Strength: 275.8 MPa
Tensile Ultimate Strength: 448. MPa