
I hope I'll be happy in my new place with my new job.

Di rumah makan kami menghabiskan waktu cukup lama. Karena waktu semakin sore, anak-anak mengira ga mungkin ke Borobudur, pasti langsung ke Malioboro. Mereka pun berinisiatif sendiri memoles diri mereka seganteng dan secantik mungkin. Maklum, Malioboro adalah dua tempat yang paling ditunggu-tunggu. Sayang, karena bisnya mogok perjalanan ga mungkin dilanjutkan. Daripada dandanan mereka sia-sia, tak ada salahnya mereka diabadikan ke dalam kamera. Ide bagus juga ketika salah satu rekan guru menyuruh saya untuk memotret anak-anak. Jadilah saya fotografer dadakan. Namanya juga fotografer dadakan, hasilnya pun kacau. Tapi ada dua foto yang kualitasnya bagus, ini dia.
Syukurlah, meskipun perjalanan tidak dilanjutkan dan kami kembali ke Semarang, anak-anak bisa memahami kalo bisnya mogok perjalanan tak mungkin dilanjutkan. Saya pun menyusuri jalanan Magelang Semarang dengan sepeda motor. Senja yang melelahkan. Sampai di sekolah saya menunggu rombongan bis. Seneng rasanya melihat anak-anak tetap ceria dan tetap semangat meski acara hari itu kurang sempurna.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Waktunya makan. Di sebuah runah makan yang memang biasa digunakan khusus untuk rombongan yang sedang berwisata. Lumayan enak juga menunya mengingat perut yang cukup lapar. Mari makan bareng-bareng.
Eh, ada yang ketinggalan ternyata. Satu rombongan masih di perjalanan. Rupanya ada halangan. Oke dech kami tunggu. Nah, itu datang. Ayo yang baru datang makan dulu. Ini salah satu yang baru datang. Laper atau rakus ya...?
In Ketep there is a theatre. We enter the theatre to watch a movie about Merapi. We found a lot of information here, especially abot Merapi. Unfortunately, I don't bring any papers to wrote thats information. Then..... Duh, susahnya bahasa Inggris. Kemudian kami menghabiskan waktu untuk foto-foto.
That's pic in front of theatre At 1:00 we exit from Ketep to go to restaurant.
Melalui perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya sampai juga di Ketep lebih dulu. Sempat nyasar dua kali karena salah ambil tikungan. Sok pede gitu ga nanya orang dulu. Dari Ketep kita bisa melihat puncak Merapi dari dekat. Bagus juga kan gambarnya. Untung datang lebih dulu, kalo agak siang pasti berkabut dan gunungnya ga keliatan. Tapi ga tau kenapa, udaranya di sana panas banget. Namun, begitu masuk ke dalam mushola yang ada di sana, hawanya jadi sejuk. Sempat ketemu dan ngobrol sama cewek cantik juga di sana. Malangnya Pak Tovik dan rombongan keburu datang sehingga saya harus bergabung dengan rombongan yang pake bis.
My teacher say that atoms diametre is about nanometre size. It means, using nanotechnology We can cut and organise the atoms in accordance with our wish. We can build any compound. World won't be deficient from another needs. So, what will you do? Do you will build science based by nanotechnology or just waiting like me?
(picture taken from http://www.imm.org/)